Rabu, 05 November 2014

CHIANGMAI - THAIFARM COOKING CLASS (24 NOV 2013)






Chiangmai, kala itu masih pagi jam 6 sudah sampai di terminal chiangmai...suasana jalan masih sepi dan sejuk... Diterminal ini kami lagi-lagi memesan taxi untuk menuju penginapan kami, yup tapi taxi disini berbeda dengan di bangkok, taxi disini mobil gede sejenis avanza gitu (mirip) jadi bukan mobil kecil biasanya... Jadi sebenarnya sangat lega untuk 3 orang saja...

dengan taxi chiangmai...
Dari terminal ternyata lumayan jauh untuk sampai ke penginapan, taxi –nya dipatok tidak pakai meteran, hmm... ya mau tidak mau daripada kami jalan ya entah juga tak tahu dimana tuh penginapan berada ...lagipula hari masih pagi, di chiangmai ada kendaraan umum tapi sangat jarang, kendaraan umumnya pun seperti avanza panjang hanya saja di bagian belakang terbuka bisa diduduki 8 orang-an dengan bangku panjang kanan kiri,

Tiba di penginapan, kami menitipkan barang-barang kami, karna belum bisa untuk cek –in hari masih terlalu pagi. Kami pun meminjam kamar mandi untuk kami bersih-bersih. Hari pertama kami si Chiangmai bukan untuk santai, hahaha...setelah kami bersih-bersih dan bersiap-siap akan ada yang datang menjemput untuk kami ikut tur kelas memasak, wkwkwk... salah satu teman saya yang pria agak bengong mengetahui kalau tur pertama adalah kelas memasak (maklum seluruh itinerary saya yang buat jadi teman—teman saya hanya tau beres)

Jam 7.30 ada seorang wanita yang datang, ternyata orang dari pihak tur untuk memastikan kedatangan kami di chiangmai untuk ikut tur. Mengapa saya memilih kelas memasak ini? Gada kerjaan? Oh tidak juga, sebelum saya memilihnya, saya sempet browsing-browsing tentang chiangmai dan sempat baca salah satu artikel di grup backpacker dunia, dan sepertinya menarik juga .. memasak masakan khas thailand... hohoho..siapa tahu kan nanti bisa buka restaurant thailand gitu, wwkwkwk..

Setelah nama kami di cek dan kami membayar pelunasan uang tur. Kami dijemput oleh pihak tur dengan mobil yang berisikan sekitar 9 orangan, yang mana orang bule semua, hanya kami bertiga orang asia. Didalam mobil kami diberikan secarik kertas berisikan aneka nama masakan yang akan kami masak, namun kami harus memilih yang mana saja yang mau kita masak nantinya. Setelah di pilih kertas dikumpulkan ke guru masak kami. Guru masaknya sangat lucu dan menyenangkan. Suasana masak pun jadi ceria, cie ileh ceria, :p Btw, selain Thai Farm Cooking Class, masih banyak kursus memasak lainnya..tapi saya menjatuhkan pilihan ke Thai farm karna: 1. Mereka punya kebun sendiri yang berisikan bumbu untuk memasak, 2. Sudah terkenal dengan kursusnya diikuti banyak orang dari berbagai negara yang ikut kelas memasak mereka. 3. Baca-baca guru-gurunya menyenangkan jadi hasil review yang sudah ikut bagus semua.

sepanjang perjalanan menuju tempat kelas memasak melewati persawahan..sejuk diipandang



Guruku namanya Mrs Liam, dia sudah punya suami orang perancis sedangkan dia sendiri adalah orang thailand asli. Katanya neneknya yang suka memasak mewariskan dirinya jadi suka masak dan akhirnya memilih untuk jadi guru masak.

Kami dijemput lalu dibawa menuju sebuah pasar yang lumayan besar dan rapi, dipasar ini kami dikenalkan dengan aneka beras thailand, dari beras untuk peternakan babi, beras untuk bayi sampai beras yang biasa digunakan untuk stiky rice. Lalu setelah itu kami dibawa ke bagian area bumbu-bumbu tumbuk, kata mrs Liam, bagi siapa yang menumbuknya sangat halus berarti dia adalah calon istri yang baik :p
bumbu tumbuk untuk pembuatan kari thailand..kari hijau dan kari kuning
Dari Bumbu, kami dibawa ke area seasoning, seperti kecap thailand, juga bumbu rahasia tom yum, gula kelapa untuk stiky rice sampe pengenalan akan terasi (hihihi, ada juga ternyata disana). Dan kami juga diberi waktu 10 menit untuk berkeliling bebas didalam pasar sebelum menuju tempat kursus. Di pasar ini saya sempatkan mencicipi kue tradisionalnya berbahan dasar tepung beras. Enak juga dimakan selagi hangat-hangat. Dan saya kembali ke area bumbu untuk mengambil foto bumbu , biar saya ingat bumbu apa saja yang dipakai sebagai bahan dasar masakan thailand umumnya.
 
guru saya, mrs. Liam





beras untuk bayi...sangat halus dan kecil-kecil seperti beras yang dipotong 2... :p

beras untuk peliharaan ternak babi...
beras unggulan untuk membuat stiky rice...

aneka jualan kue-kue tradisional thailand...kalau tidak ingat duit, sudah banyak ini kuborong -_-
 
macam-macam sayuran lauk pauk..

kue tradisional thailand..terbuat dari bahan dasar tepung beras dan santan..
Setelah selesai dari penjelasan aneka bumbu di pasar, kami menuju tempat kursus. Tiba di tempat kursus , suasananya enak, kebun sekeliling dan rumahnya pun tebuat dari banyak bambu-bambu gitu, tapi dengan perlengkapan memasak yang super lengkap loh..hihihi..

Pelajaran pertama, kami dikasih celemek dan topi khas petani, hihihi lucu juga, lumayan buat narsis kan..dan kami diberi minum air putih yang bisa kami tuang dan reffil sendiri. Lalu mrs Liam membawa kami untuk keliling kebun dan mengenalkan aneka bumbu masak, dari cabe, jahe, sampai daun khas untuk bumbu tom yum. Ternyata di thailand ada cabe yang sangat kecil sekali, lebih kecil dari cabe rawit dan cabe ini pedes banget.
daun pelengkap untuk masak tom yum

lemon grass
buah asam thailand
cabe hijau ..si cabe kecil langsing super pedas..
Setelah teori mengenalkan aneka bumbu masak yang berupa tumbuhan-tumbuhan saatnya kami praktek... >.<  Di hadapan kami sudah berjejer ulekan dan pisau :o, dan didalam ulekan sudah ditaruh berbagai macam bumbu. Bumbu tersebut harus kami potong sedemikian rupa sesuai petunjuk mrs Liam. Dan kami diharuskan menumbuk sekuat tenaga dan kenceng sampai halus dengan hitungan waktu yang diberikan oleh mrs Liam.

Hooo, waktu dimulai, dengan sekuat tenaga saya menumbuk bumbu tersebut sampai halus (mrs Liam terus menerus berkata tumbuk yang halus untuk menjadi istri yang baik) >.< akhirnya waku habis, mrs Liam mengecek semuanya, fiuhhh lega ternyata bumbuku lolos, hahaha...ada beberapa orang yang tidak lolos sehingga harus menumbuk lagi agar lebih halus. Saat itu ada 3 orang pria yang ikut kursus ini termasuk salah satunya temenku, dia disuruh mrs Liam agar menumbuk lebih halus, ups :p dimaklumkan lah ya namanya juga pria kan ya ? hihihi
bumbu kari yang berhasil saya tumbuk sekuat tenaga.. :p
Selesai menumbuk, kami disuruh masuk ke dalam dapur untuk sesi berikutnya, memasak! Masakan pertama yang saya pilih adalah Tom Yum, hihihi karna saya suka tom yum dan pengen tahu bagaimana cara memasaknya juga bumbunya...

bahan tum yum..
Finally inilah TomYum buatanku, berhasil loh dan enak :D Sedang kedua temanku memasak menu yang berbeda.

 
Di kursus ini kami masak 3 menu berat dan 2 menu penutup. Dari hasil masakan kami itu, dimakan masing-masing, dan untuk makanan menu penutup saya membuat lumpia basah thailand juga semacem kolak labu. Untuk buat menu penutup pertama yaitu lumpia basah, saya diharuskan join memasak team dengan 1 orang bule, begitupun lainnya meski menunya berbeda. Mungkin untuk kekompakan team dalam memasak, hihihi
Green Curry Chicken
Ayam Kacang Mete
Lumpia Thai & Kolak Labu (maksudnya menyerupai kolak) :p
Dan dari semuanya masakanku berhasil semua, sampai perut ini kekenyangan tak dapat menampung lagi dan akhirnya tidak habis ..kami juga disuguhi acar khas thailand buatan mrs Liam.

Setelah selesai memasak dan makan, kami foto-foto sebagai kenangan. Dan kamipun diantar kembali ke penginapan kami masing-masing. Kursus memasak ini hanya sampai jam 4-an sore.
para peserta yang mengikuti kelas memasak waktu itu..
saya dan mrs. Liam (guruku)



Sampai di penginapan, kami langsung mengambil barang-barang dan cek in masuk ke kamar kami, ahh sudah tak sabar untuk merebahkan tubuh ini diatas kasur yang empuk. Namun tak lama kami istirahat, karna kami tak mau melewatkan SUNDAY MARKET!! Yup bazzar yang hanya dibuka di chiangmai ini hari minggu saja. Saya tak menyangka Sunday market ini panjangnya bukan main, tak habis dikelilingi, sampai cape kaki ini berjalan. Sunday market ini deket sekali dengan penginapan kami. Kami hanya tinggal menyebrang jalan saja.

Sunday market ini rame menjual aneka jajanan (lagi-lagi), tas-tas, baju, topi-topi, dan yang paling banyak adalah jualan syal/ selendang dengan berbagai warna dan corak yang bagus-bagus, mupeng banget untuk beli (teringat duit di dompet, ga jadi, hahaha). Di Sunday market ini juga banyak seni jalanan dari main biola, sampe anak kecil menari-nari.

Berikut biar foto –foto yang berbicara keadaan di Sunday market :D




jajanan minuman cincau..cincaunya gede banget , wkwkwk

roti berbahan dasar seperti kulit lumpia, terkenal..yang jual sepertinya pasangan suami istri sudah tua dan si istri memakai hijab.. tak jauh dari lanna house tempat kami menginap..enak :D wajib coba ...ini direkomenkan oleh salah satu guide tour saya

Salah satu temen saya, memutuskan untuk balik ke hotel setelah makan. Mau tidur sepertinya dia, ihihihi dan dia tidak tau kalau market ini hanya hari itu saja, wkwkwk karna besoknya dia ngajakin kesini lagi, saya bilang udah ga ada, hahaha, dan dia sepertinya agak menyesal :p

Bersambung ... ke cerita hari kedua di chiangmai-chiangrai, golden triangle

Rincian Biaya:
-          Taxi dari terminal ke penginapan: 200 baht: 3
-          Thai Farm Cooking Class: 1100 baht/ orang
-          Makan Chicken Rice di Sunday Market: 35 baht
-          Jajanan Baso di Sunday market: 20 baht
-          Beli dompet souvenir : 20 baht
-          Jajanan ayam nugget: 20 baht
-          Beli air minum di sevel: 26 baht/ botol 1,5 liter

Total= 1289 baht =  +/- 451.150 rupiah

Selasa, 04 November 2014

BANGKOK - CHATUCHAK MARKET - MOCHIT (23 NOV 2013)


Setelah perjalanan berjam-jam yang melelahkan akhirnya kami sampai juga di kota Bangkok (bagiku ini kali kedua saya menginjak kota bangkok). Kami turun di tengah jalan mendekati area shukumvit. Dari sini, kami langsung mencegat taxi untuk menuju chatuchak market (kebetulan bertepatan dengan hari sabtu, market ini buka hanya saat weekend saja). Sebelum masuk taxi, saya selalu menanyakan dulu apa pakai meter-an tidaknya, kalau dia bilang ya, maka saya baru masuk. Karna kalau tidak pakai meter alias argo, bakalan dipalak mahal sama si supir. Disini kami naik taxi dengan pertimbangan karna membawa tas-tas, dan juga dengan 3 orang jadi bisa patungan.

Tidak sampai sejam, kami sudah sampai di chatuchak market...wah, rame sekali, banyak yang jualan dikanan kiri, terlebih kami membawa-bawa tas berat berisi baju-baju dan oleh-oleh dari kamboja terbayang betapa ribetnya berjalan dikeramaian ini. Perut sudah berbunyi, kami mampir ke sebuah area foodcourt. Inipun rame, kami harus pinter mencari tempat duduk, beruntung ada satu meja yang kosong, kami langsung menuju meja tersebut. Dan pelayan pun datang menyodorkan sebuah kertas menu.saya makan Nasi Goreng Tom Yun dan segelas ice thai tea, hmmm...so yummy..akhirnya saya bisa makan enak juga setelah beberapa hari makan yang aneh-aneh alias tidak sesuai dengan lidah ya karna tidak ada rasanya... saya lupa teman saya pesan apa, hihihi (kesalahan menulis kisah perjalanan terlalu lama begini ada yang terlupakan...)
Nasi Goreng Tomyum & Ice Thai Tea...

Situasi Keramaian Chatuchak ...
Habis selesai makan kami mulai berunding, apa yang kami lakukan sekarang? Kami sepakat untuk mencari terminal thailand utara (mochit terminal). Untuk apa kesana? Untuk membeli tiket bus menuju chiangmai, thailand utara...yup kami di bangkok tidak menginap, alias kami menginap di bus ..lumayan menghemat uang penginapan...

Dengan membawa tas-tas kami, kami keluar dari area chatuchak, sebenarnya awalnya saya berniat untuk naik BTS atau Monorail tapi ternyata lumayan jauh, naik taxi setelah tanya-tanya pada tidak mau menggunakan meter, mereka mematok tarif 100 baht!! Oh, tidak... akhirnya setelah tanya beberapa, ada juga yang mau menggunakan meter, dan kami sampai di mochit terminal 30an menitan akibat ditambah puter balik (seharusnya kami menyebrang sebelum mencari taxi jadi menghemat meter yang berjalan) dan juga macet, yup area chatuchak ini bener-bener padat, di area dalam penuh orang dan jualan sedangkan bagian luar penuh denga berbagai kendaraan.

Mochit Terminal, sebuah terminal yang tertata rapi dengan barisan loket tiket bus aneka jurusan menuju thailand utara, hanya ada 1-2 saja yang menuju thailand selatan. Jadi jika ingin memilih jurusan thailand selatan lebih baik jangan ke sini, (anda bisa membaca perjalanan saya sewaktu ke phuket tahun-tahun lalu).

Dari satu loket ke loket yang lain saya amati harga yang tertulis di loket, akhirnya saya dan kedua teman saya sepakat untuk memilih bus VIP yang sudah dapat selimut, bantal leher dan snack. Dan setelah membeli 3 tiket bus, kami menitipkan barang-barang kami di penjaga loketnya, hihihih, karna bus kami berangkat malam sedangkan hari masih siang, masih banyak waktu untuk kami bisa berkeliling. Penjaga yang baik hati bersedia dititipi barang-barang kami tanpa tambahan biaya, akhirnya tubuh kami lega juga ga bawa-bawa barang hahaha, tapi barang-barang berharga tetap dibawa loh...

Kemana kami dengan beberapa jam yang masih tersisa?? Kami ke chatuchak lagi, wkwkwk...daripada bengong di terminal ? ya sudahlah kami kesana lagi dengan naik taxi lagi, dan kali ini hanya 15 menitan sudah sampai. Nah, kali ini kami baru keliling sampai masuk ke dalam-dalam pertokoan, melihat aneka souvenir, hewan-hewan peliharaan seperti bayi bayi anjing yang lucu, juga beli cemilan baso-baso-an , es krim juga manggo sticky rice :D ternyata baso-basoan bikin nagih, enak dan murah di area chatuchak market ini T.T benar kata teman saya tempo hari di kamboja, uang saya banyak dihabiskan untuk beli jajanan seperti ini zzzzz apalagi di thailand jauranya kuliner jajanan gini, hadehhh...

aneka hiasan bunga...
anak anjing yang lucu-lucu sekali ... >.<
mango stiky rice... nyummy..
Hari sudah menjelang sore,  kami kembali ke mochit terminal, kali ini karna kami sudah tau supaya tidak puter balik kamipun menyebrang, dan 15 menit nyampe tanpa terkena macet dan puter balik, hihihii.. sampai disini, kami menuju loket tadi dan mengambil barang-barang titipan kami. Dari loket, ada pintu masuk kedalam dan kamipun masuk ternyata besar juga ruang tunggunya..ada sevel juga didalamnya, dan sayapun membeli beberapa perbekalan minyak angin yang lupa dibawa, juga kartu sim untuk saya pakai di chiangmai nantinya. Dan finally, bertemu dengan transgender, hihi thailand gitu loh...dengan suaranya lelaki tapi tubuhnya kewanitaan, hehehe. Selain sevel juga ada toko-toko lainnya.

Di Terminal ini juga ada toilet tapi berbayar dengan koin thailand. Terminal ini entah ada berapa lantai, tapi kami ke lantai 2, bus kami ada dilantai 2 terminal ini. Di area tunggu ada televisi, bangku-bangku besi yang tertata rapi juga jadwal bus berangkat.
ruang tunggu lantai 2 terminal mochit
nama agen bus travel
ruang tunggu lantai 2 terminal mochit
nota bus...
Ternyata bus kami agak sedikit telat beberapa menit, huft alamat sampai di chiangmai lewat dari jadwal lagi.. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya bus kami datang, dan seorang petugas memanggil-manggil. Kami pun bergegas keluar untuk naik bus tersebut, rasanya sudah tak sabar untuk dapat beristirahat tiduran didalam bus, karna dari kemarin tubuh kami ini ditekuk-tekuk didalam elf dan juga jalan seharian di chatuchak, hahaha...salah satu temenku kelelahan sepertinya, begitu duduk didalam bus tau-tau sudah terlelap tidur, ckckck...sedangkan saya sempet belum bisa tertidur, beberapa jam saya masih melek dan menikmati perjalanan tol thailand ini dengan gemerlapnya lampu-lampu, indah... tapi apa daya mata sudah menunjukkan waktunya tidur, hihih dan saya pun tidur namun tidak terlalu terlelap, saya pun beberapa kali terbangun. Sempet melewati hutan-hutan dan bunyi klakson membuat saya tak bisa terlelap.

akhirnya naik juga ke bus...
my selimut dengan view jalanan tol dari lantai 2 bus...
pemberhentian di area istirahat untuk makan malam sebelum meneruskan perjalanan..diberi waktu sekitar 30-40 menit...
saya dengan bus.. betapa kusutnya ni muka karna belum mandi, wkwkwk..
Dan...ternyata sudah pagi! Tiba di chiangmai sekitar pukul 6 pagi. Finally, perjalanan panjang ini sampai juga di tujuannya dengan selamat dan lancar.,.... CHIANGMAI... Thanks God ...

Terminal Pool Bus di Chiangmai
Bersambung...

Rincian Biaya:
- Taxi ke Chatucak yang 1;  90 baht: 3
- Taxi chatucak ke Mochit terminal: 70 baht: 3
- Bis ke Chiangmai: 657 baht/ orang
- Taxi kembali ke chatuchak: 50 baht: 3
- Taxi chatuchak ke mochit terminal lagi (nyebrang): 40 baht: 3
- Simcard (sudah plus pulsa dan inet 3 hari-an tanpa bbm): 300 baht
- Jajanan baso: 50 baht (dibayarin temen) 20 baht (bayar sendiri)
- Toilet Terminal: 3 Baht (2x)
- Air Minum: 20 Baht
- Jajanan es: 10 baht

Total (tanpa hitungan jajanan yang dibayarin temen): 
(90: 3)+ (70 : 3) + 657 + (50: 3) + (40: 3) + 300 + 20 + 6 + 20 +10 = 30 + 23 + 657 + 30 + 300 + 20 + 6 + 20 + 10 
= 1096 baht 
= +/- 383.600 rupiah